BREAKING NEWS
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

12 Cara Penting Mencegah Keinginan Orang Bunuh Diri

Niat bunuh diri umumnya karena memiliki masalah dalam hidupnya, yang dirinya seakan sudah tidak sanggup memikul beban hidup, sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Hal yang memicu seseorang bunuh diri seperti karena kondisi ekonomi, tidak lulus Ujian Nasional atau gagal dalam ujian pelajaran maupun pekerjaan, ditolak dalam pergaulan, memiliki orientasi seksual yang berbeda dan karena hal-hal lainnya.

Sebenarnya kita sebagai masyarakat tidaklah terlalu sulit untuk mengetahui atau mendeteksi orang yang memang beresiko tinggi untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Hal itu dapat diatasi dengan rasa peka terhadap orang yang tampaknya ingin melakukan hal buruk tersebut.

Dengan mengetahui keinginan orang ingin bunuh diri, maka mudah-mudahan aksi bunuh diri seperti itu tidak terjadi.

Bunuh Diri

Siapa saja yang berisiko tinggi melakukan bunuh diri?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), bahwa perhitungan orang yang melakukan bunuh diri hingga akhirnya meninggal, untuk di Indonesia pada tahun 2012 mencapai angka sekitar 10.000 jiwa per tahun, itu artinya setiap 4 atau 5 orang per 100.000 jiwa.

Menurut WHO dan para ahli kesehatan jiwa, bahwa orang dengan gangguan jiwa berisiko tinggi melakukan upaya bunuh diri hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan orang biasa (dalam kondisi normal).

Yang umum terjadi, penyebab seseorang melakukan bunuh diri karena mengalami depresi, gangguan bipolar, penyalahgunaan obat dan skizofrenia.

Tetapi tidak hanya orang yang mengalami gangguan pada kejiwaan saja yang berpotensi besar melakukan bunuh diri, akan tetapi orang yang mengalami penyakit kronis seperti penyakit kanker, karena bosan untuk makan obat terus, maka berpotensi besar melakukan bunuh diri.

Untuk itu, salah seorang dokter spesialis memberikan nasehat bahwa jangan hanya mengobati fisik dari seseorang saja, tetapi dukungan moral juga sangat penting untuk diberikan.

Bunuh diri dapat dicegah, masyarakat perlu berupaya bertindak dan peka untuk mencegah segala aksi bunuh diri, terutama tugas ini ada pada keluarga dan saudara kerabatnya.

Kemudian juga lapisan masyarakat lainnya, hingga pemerintah juga perlu mengeluarkan kebijakan untuk dapat mencegah hal seperti ini.

Dengan kerjasama antar lingkup tersebut yang dilakukan dengan baik, maka angka bunuh diri akan bisa ditekan.

Apabila didapati seseorang yang mengalami kesedihan, penurunan aktifitas sehari-hari, kecemasan, rasa resah, bingung dan semacamnya, termasuk juga sulit tidur, maka saatnya orang-orang disekelilingnya memberikan perhatian yang lebih padanya.

Cara mencegah keinginan orang bunuh diri

1. Jadilah rekan bicara yang baik

Ketika seseorang sedang berada pada masa sulit, maka disinilah kita untuk memberikan perhatian kepadanya, dengan menjadi rekan bicara yang baik untuknya.

Anda dapat bertanya tenang kondisi perasaannya, kemudian dengarkan setiap perkataannya dengan baik dan sabar.

Seseorang yang menghaapi masa sulit dan berputus asa, maka akan merasa lebih tenang dan bahagia ketika memperoleh rekan bicara yang peduli.

2. Jauhkan barang-barang berbahaya

Untuk orang dekat, usahakan sebisa mungkin menjauhkan benda-benda tajam di rumah dari jangkauannya, yang bisa digunakannya untuk bunuh diri.

Benda-benda yang perlu dijauhkan seperti pisau, silet, gunting, garpu dan semacamnya.

Demikian juga, sipan jauh-jauh obat-obatan dan cairan yang mengandung racun.

loading...

3. Selalu memberikan semangat

Jangan pernah lelah untuk memberikan semangat, katakan hal-hal yang bagus dan memotivasi, berikan motivasi yang intinya bahwa dirinya dapat dengan mudah mengatasi masalah yang dihadapi.

Kalau bisa sekalian memberikan solusi nyata atas masalah yang dihadapinya, maka ini sangat bagus untuk mencegah orang bunuh diri.

Tanamkan pada benaknya hal-hal yang positif, sehingga dirinya dapat berubah menjadi seseorang yang dapat berpikir positif, yang dapat menyembuhkan masalah depresi.

Kemudian, hindari kata-kata yang memicu perdebatan, yang justru membuat mentalnya lebih tertekan (down).

4. Ajak dirinya bergerak

Masalah stres dan depresi yang dialami seseorang dapat diminimalisir dengan melakukan aktivitas yang memicu semangat, ajak dirinya berolahraga atau jalan-jalan ke taman bermain.

Menurut penelitian ahli psikologi, melakukan kegiatan fisik mampu untuk meredakan stres, serta berolahraga (aktivitas fisik) dapat meningkatkan hormon yang membuat seseorang merasa senang.

Hal ini sangat baik untuk memperbaiki mood (suasana hati), sehingga berguna untuk meminimalisir keinginannya untuk bunuh diri.

5. Jangan membiarkannya menyendiri terlalu lama
Kondisi orang yang sedang berjiwa labil, stres dan depresi, maka perlu butuh didampingi. Namun, mereka memang akan cenderung menjauhkan diri dari lingkungan sosial. Untuk itu, saatnya kita mengambil peran penting untuk mendekatkan diri kepadanya.

Usahakan untuk selalu menemani dia dalam menjalani aktivitasnya, sembari mengucapkan kata-kata yang baik dan memotivasi. Selain itu, bisa juga mengajaknya bergabung ke sebuah komunitas sosial, yayasan panti asuhan, tempat-tempat terkena bencana alam, melihat orang sakit atau pergi ke rimah sakit, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan pertolongan sosial.

Maka ajaklah dirinya kesana, guna meringankan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung, atau tertimpa bencana.

Menurut penelitian, bahwa seseorang yang meluangkan waktu untuk menolong orang lain atau menjadi relawan, memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan orang normal yang tidak melakukan kegiatan sosiall seperti itu.

6. Upaya pencegahan bunuh diri oleh pihak keluarga
  1. Anggota keluarga perlu mengidentifikasi tanda-tanda dari stres dan kecenderungan bunuh diri. Keluarga adalah orang terdekat, maka dapat lebih mudah mengenali kecenderungan ke arah tersebut. Tunjukkan sinyal positif bahwa keluarga sangat peduli dan ingin menolongnya.
  2. Pihk keluarga, lebih baik membangun potensi kelebihan yang dimilikinya, sehingga dia akan memiliki harapan dan keinginan hidup yang lebih kuat.
  3. HIndari menyebutkan kekurangan-kekurangan dirinya, atau kesalahannya yang mengakibatkan dirinya semakin putus asa.
  4. Hindari meninggalkan seorang diri anggota keluarga yang mempunyai keinginan bunuh diri.

7. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru

Akhir-akhir ini bunuh diri pada anak dan remaja semakin meningkat jumlahnya. Faktir bunuh diri dikalangan anak muda ini, seperti karena kegagalan di sekolah, dan tekanan dari orangtua untuk mendapatkan prestasi sekolah yang terlalu tinggi, dan masalah konflik personal.

Sekolah dan perguruan tinggi memainkan peranan penting dalam mencegah perilaku yang merusak diri pada anak muda, Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru atau pendidik:
  1. Memberikan pendidikan keterampilan hidup, dengan dikombinasikan latihan pemecahan masalah yang konkret, hal ini berguna untuk membangun jiwa positif pada anak muda.
  2. Pihak sekolah perlu melakukan strategi yang baik dalam usaha membentuk karakter pelajar, sehingga pelajar tidak terombang-ambing dalam masa "mencari identitas" dirinya.
  3. Penganiayaan anak sering terjadi di sekolah, terutama dari pelajar ke pelajar lainnya, hal ini perlu dipikirkan oleh pihak sekolah untuk mengatsinya. Guru-gruru yang ada di sekolah hendaknya memiliki peran sangat super aktif untuk mencegah terjadinya "Bully" di sekolah.
  4. Sebagai guru, hendaknya memiliki skill mngajar yang tinggi, Guru perlu berusaha memberikan keterampilan sosial dan ketempailannya lainnya pada anak didiknya, sehingga anak dapat tumbuh dengan memiliki skill, yang akan membangun rasa percaya dirinya.

8. Jadilah seorang yang mau mendengarkan mereka. Perhatikan dengan baik setiap luapan emosi atau perasaan yang mereka utarakan, seperti kepedihan hati maupun keputusasaan dirinya. Hindari respon yang konyol seperti: “ah, itu perasaan kamu saja!”. Mengatakan hal seperti itu, membuat dirinya menganggap Anda tidak memberikan perhatian yang dibutuhkannya.

9. Jangan pernah mengabaikan kalimat seperti “saya mau mati saja”, “lebih baik saya hilang dari dunia ini” dan semacamnya. Bantulah dirinya untuk melihat sisi positif dalam dirinya, perubahan-perubahan yang jauh lebih baik kedepannya. Hindari memberikan komentar yang menyudutkanya, yang seolah dirinya-lah penyebab masalah.

10. Ingatkanlah dia apa yang akan terjadi pada orang-orang yang mengasihinya, atau jelaskan bagaimana perasaan orang-orang terekatnya jika dirinya bunuh diri. 

11. Penting untuk mencoba mendalami perasaannya, katakanlah bahwa dirinya sangat berarti untuk Anda maupun orang lain. 

12. Jika dirinya punya masalah sehubungan dengan gangguan mental atau kecanduan terhadap sesuatu, maka segera hubungi ahlinya seperti psikiater, yang dapat memberikan solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan ini.

Wednesday, May 21, 2014

8 Tanda Penting Seseorang Ingin Bunuh Diri

Depresi seperti tekanan jiwa karena keadaan yang tidak dapat ditanggung, merupakan sebuah kondisi yang sangat serius.

Depresi yang berlarut maka dapat meningkatkan risiko seseorang ingin melakukan bunuh diri, karena dengan pikirannya yang pendek bahwa bunuh diri sebagai penyelesaian.

Nah, untuk dapat menghindarkan hal-hal seperti itu dapat terjadi, maka sangat baik untuk kita agar dapat mengenali tanda-tanda depresi yang mengarah pada risiko bunuh diri.

Yang harus diingat adalah bahwa selalu ada harapan bagi seseorang yang mengalami tekanan atau depresi agar dapat kembali pada kehidupan normalnya.

Dengan mengenali tanda-tanda depresi yang mengarah pada risiko bunuh diri  maka akan lebih cepat disadari oleh orang-orang yang di sekitarnya, sehingga depresi pada seseorang itu akan lebih mudah diobati. Berikut di bawah ini tanda-tandanya.
  1. Dia berbicara tentang atau mengancam untuk menyakiti dirinya sendiri.
  2. Menyimpan barang-barang yang berbahaya dan aneh, seperti pisau di kamar, senjata api, pil (bukan obat), dan lainnya yang mencurigakan digunakan untuk bunuh diri.
  3. Jiwanya yang merasa mengalami tekanan tinggi, merasa putus asa, sering tersulut rasa marahnya, dan juga dendam.
  4. Dirinya terlihat merasa terjebak, seperti tidak ada jalan keluar dari sebuah situasi.
  5. Dia sering mengkonsumsi sesuatu yang aneh seperti penyalah gunaan obat / zat kimia.
  6. Menarik diri dari bergaul dari teman-teman dekat atau akrabnya, dan yang sangat berbahaya menarik diri dari keluarganya.
  7. Dirinya akan sering terlihat cemas, tidak bisa tidur, dan bahkan sebaliknya tidur sepanjang waktu, padahal sudah tidak mengantuk.
  8. Mengalami perubahan / penurunan mood yang sangat dramatis.

Jika Kamu menemui sebagian dari tanda-tanda di atas pada seseorang, maka berusahalah untuk berbicara langsung secara terbuka...

Dan juga bersabar menjadi pendengar yang baik untuknya, biarkan dia mengekspresikan perasaannya, dan hindarkan sikap untuk menghakimi.

Intinya bangkitkan semangatnya kembali, memotivasinya dan jangan mencelanya.

Semoga bermanfaat.

Thursday, February 13, 2014

7 Bahaya Membentak Anak (Memusnahkan Sel Otak dll)

Pembahasan kali ini tentang masalah pendidikan anak, yang lebih tepatnya tentang bahaya orang tua (atau siapa saja) dalam membentak anak, karena hal ini dapat berakibat fatal.

Berdasarkan penelitian bahwa pada setiap kepala seorang anak, maka akan terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang sudah siap tumbuh (banyak sekali).

Akan tetapi satu bentakan, perkataan kasar, makian atau yang semacamnya kepada anak yang masih dalam masa pertumbuhan akan berakibat sangat fatal, dan hal ini merupakan bukan sebuah perkara yang kecil atau enteng.

Bahaya Membentak Anak

1. Bahaya membentak anak karena memusnahkan sel otak anak

Karena bentakan atau perkataan yang kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga.

Dan bahkan sebuah pukulan atau cubitan yang disertai dengan bentakan maka akan membunuh lebih dari bermilyar-milyar sel otak saat itu juga.

Akan tetapi sebaliknya, dengan 1 pujian, kehangatan pelukan dan kasih sayang maka akan membangun dengan sangat baik bibit kecerdasan seorang anak... yang membuat perkembangan otak anak yang sangat cepat.

Hasil penelitian dari seorang yang bernama Lise Gliot, dia berkesimpulan bahwa pada anak yang masih dalam pertumbuhan, terutama pada masa “golden age” yaitu pada umur 2-3 tahun.

loading...

Suara hanya cenderung lebih keras, maka sudah menjadi masalah...

Lise Gliot menjelaskan bahwa suara yang keras dan bentakan yang keluar dari orang tua dapat merusak atau menggugurkan sel otak anak yang sedang tumbuh.

Sedangkan ketika sang ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui anaknya, maka rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliotini ini, dengan melakukan penelitian pada objeknya yaitu anaknya sendiri.

Dia berinisiatif memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer, dengan begitu akan terlihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.

Dan dia menyatakan bahwa hasilnya sangat luar biasa, saat sang anak menyusui sang anak maka akan terbentuk rangkaian indah pada sel otak anak.

Namun ketika dia terkejut ketika ada suara yang sedikit keras, maka rangkaian indah sel otak yang menggelembung seperti balon tersebut pecah berantakan, dan kemudian juga terjadi perubahan warna.

Dari penelitian yang dilakukan Lise Gilot ini menjelaskan bahwa pengaruh marah dan bentakan pada anak akan sangat mempengaruhi perkembangan sel otak anak.

Bahaya, apabila hal tersebut dilakukan secara sering bahkan tidak terkendali, maka dapat berpotensi besar untuk mengganggu struktur otak anak itu sendiri.

Hati-hati ketika ingin memarahi anak...

Sang peneliti Lise Gilot memberikan nasihat bahwa kita harus berhati-hati dalam memarahi sang anak.

Dan tidak hanya itu saja, hal itu juga akan mengganggu fungsi organ-organ penting di dalam tubuh seperti hati, jantung dan yang lainnya.

Adapun efek dari kerusakan pada sel-sel otak karena bentakan akan lebih besar pengaruhnya pada anak-anak, pada remaja dan orang dewasa juga berpotensi mengalami kerusakan, tetapi tidak sebesar dengan yang disertai oleh anak-anak.

Bentakan kepada sang anak akan mengakibatkan hal yang fatal, efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya (masa kecilnya)....

...orang-orang tersebut akan lebih banyak melamun, dan juga lambat dalam memahami sesuatu

Kemudian juga biasanya akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih. Mereka biasanya akan seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup...

Hal ini karena kesulitan dalam memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Dan itu semua adalah akibat dari sedikitnya sel-sel otak yang aktif dari yang seharusnya.

2. Karena dibentak, jantung anak bisa kelelahan

Menurut penjelasan dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si, dokter yang juga pengajar di UKDW, Yogyakarta, dia menjelaskan bahwa denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah yang tergantung dari suara yang didengar.

Sehingga, apabila orang tua “hobi” membentak anak dengan nada tinggi, maka dr Silvia menjelaskan bahwa anak jika terus-terusan terpapar dengan suara bernada kasar dan tinggi...

...mengakibatkan organ jantung sang anak akan sering berdetak dengan sangat cepat (abnormal), yang menyebabkan jantung menjadi mudah kelelahan.

Bahaya yang sama juga bisa terjadi pada orang yang sering mendengarkan musik berirama cepat.

3. Anak akan tumbul menjadi pribadi yang emosional

Ketika sering dibentak, anak akan meniru hal yang “diterimanya” itu dalam kehidupan sehari-harinya.

Dimana Anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah marah, sulit mengendalikan diri, emosional, dan suka teriak-teriak.

Karena tindak kekerasan baik itu verbal maupun non verbal berdampak buruk pada psikologi sang anak.

4. Tingkat kepercayaan anak kepada orang tua menurun

Dimana orang tua kerap dijadikan panutan bagi sang anak pada umumnya, sehingga kebiasaan orang tua akan ditiru sangat anak, termasuk kebiasaan berbicara dengan nada yang kasar dan tinggi.

Memarahi anak di depan teman-temannya, hal ini tentu bisa mempertaruhkan harga diri sang anak ketika berada di tengah lingkungan pertemanan atau lingkungan bermainnya.

Sehingga hal ini dapat mengakibatkan tingkat kepercayaan anak kepada orang tuanya menjadi turun. Alhasil segala petuah / nasehat dari orang tua nantinya hanya dianggap sebelah mata oleh sang anak.

5. Anak menjadi depresi

Membentak anak yang beranjak remaja juga merupakan hal yang tidak baik.

Remaja berusia 13 tahun yang sering dibentak oleh orang tuanya memperlihatkan lebih banyak gejala depresi dibandingkan dengan teman seumurannya yang tidak mendapatkan hal kurang baik itu.

Permasalahan seperti ini dikemukakan sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Child Development.

Salah satu poin disebutkan, yaitu alih-alih orang tua “berniat baik” untuk memperbaiki perilaku sang remaja, tetapi dengan cara diteriaki, dihina dan dibentak oleh si orang tua, maka hal ini justru membuat perilaku sang remaja masalah tambah buruk.

6. Kesulitan menjadi pendengar yang baik

Supaya anak nantinya tumbuh menjadi pribadi sebagai pendengar yang baik, maka sang anak perlu tumbuh di lingkungan yang membuatnya dapat berpikir positif.

Ketika orang tua berbicara dengan nada tinggi alias membentak, justru dapat mengakibatkan anak terganggu perkembangannya dan mengalami pada gangguan pendengaran.

Selain masalah pendengaran, juga masalah hati yang "terluka" karena sang anak menerima perlakuan buruk, alhasil anak akan kesulitan untuk tumbuh menjadi pendengat yang baik.

7. Anak kehilangan inisiatif karena takut salah

Anak yang sering dibentak dan dimarahi, apalagi dimarahi secara membabi buta, maka bisa beresiko menjadi diri anak kesulitan dalam melakukan suatu inisiatif.

Hal itu karena di dalam jiwa sang anak tertanam perasaan takut salah karena sering dibentak. Sehingga anak akan minim sekali dan kesulitan untuk bisa melakukan inisiatif.



Nasehat untuk orang tua...

Untuk itu handaknya Orang tua perlu menyadari bahwa dunia anak JAUH BERBEDA dengan orang dewasa.

Jadi, yang perlu diperhatikan adalah ketika menetapkan perilaku anak yang melakukan salah, maka jangan menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Sehingga janganlah sikap orang tua terhadap anak seperti halnya polisi yang sedang menghadapi penjahat.

Dari hal diatas, ada sebuah contoh nyata, diceritakan bahwa di daerah Banjarmasin terdapat siswa perempuan yang sikapnya “sangat dingin”, pada dirinya tidak ada senyum sama sekali walau diajak bercanda dan tertawa.

Ternyata setelah diselidiki dengan bertanya-tanya ke pihak keluarga-nya...

...ternyata wanita ini sejak kecil memang selalu mendapat “hadiah” berupa bentakan, kemarahan, dicubit, dipukul dan kekerasan yang lainnya dari orang tuanya.

Sehingga kemampuan otak-nya dan juga perilakunya sudah tidak normal (menurun) seperti kebanyakan orang.

Gunakan URL pendek: http://goo.gl/hWZvT4 (untuk share artikel ini ke Twitter)

Cara menghadapi anak yang melakukan kesalahan

Sangat penting orang tua untuk "membiasakan diri" berbicara secara baik dan manis kepala anak, termasuk ketika anak melakukan hal yang salah sehingga harus diluruskan kesalahannya.

Ajarkan bagaimana seharusnya sang anak bersikap yang benar secara perlahan...

...(karena secara perlahan) maka diperlukan kesabaran dan kecerdasan emosi dari sang orang tua, terutama ketika sang anak memperlihatkan respon kurang baik dari nasehat orang tua.

...jika tetap sang anak masih buruk prilakunya, maka JANGAN PERNAH menyerah, tetaplah berusaha meluruskan sang anak dari kesalahannya dengan cara yang baik.

Demikian cara lemah lembut seperti ini yang hendaknya lebih dominan diterapkan oleh orang tua...

...boleh memang dengan cara yang agak sedikit lebih keras, tetapi jika memang memberikan manfaat. Dan cara yang keras ini hedaknya lebih jarang dilakukan, utamakan cara lembut.

Dengan lebih dominan menggunakan cara lemah lembut, maka akan lebih efektif dan lebih mengena pada hati sang anak...

...dibandingkan menghadapi kesalahan anak dengan berteriak-teriak guna meluruskan kesalahannya.

Demikian saja tulisan tentang bahaya memarahi dan membentak anak, terutama dalam masa pertumbuhan (1-12 tahun), terutamanya lagi pada masa golden age (3 tahun). Semoga bermanfaat.

Tuesday, January 28, 2014

23 Tips Mengatasi Anak Yang Mudah Marah Dan Memukul

Seperti kita ketahui, bahwa bukan anak kecil saja yang bisa marah, akan tetapi orang dewasa juga bisa marah. Adapun marahnya seorang anak kecil seringnya karena kurang mendapatkan kasih sayang, kurang perhatian, dll.

Anak yang mudah marah dan juga cengeng dapat membuat orang tua frustrasi dan jengekel. Alih-alih menenangkan dan membantu mengendalikan amarah anak, justru seringnya orang tua melakukan kesalahan yang memperburuk keadaan, seperti balik memarahinya, menghukumnya dalam kondisi tidak tepat, hingga melakukan kekerasan fisik untuk sekadar membuat anak diam.

Ingatlah! Api tidak akan bisa padam dengan api, Termasuk juga kesalahan orang tua adalah sengaja membiarkannya kesalahan anak. Sebagai orang tua perlu berusaha memahami bahwa kemarahan yang pada anak sangat berbeda penyebabnya dengan yang dilakukan oleh orang dewasa.

Orang tua perlu untuk menjadi embun penyejuk bagi anak-anaknya yang sedang marah, hingga anak-anak akhirnya mampu untuk memahami kesalahannya sendiri, dan belajar teladan dari otang tuanya sendiri.

Anak marah

Beberapa hal yang menyebabkan anak mudah marah & memukul:
  • Anak menginginkan sesuatu, tetapi dia merasa kurang mendapatkan respon dari orang tuanya.
  • Anak merasa cemburu, misalnya ketika punya adik bayi, maka dirinya menganggap sang adik sudah merampas perhatian ayah bunda.
  • Sang anak meniru anak lainnya atau bahkan orang dewasa, hal ini termasuk dari tontonan yang ada di televisi, yang mempertontonkan adegan kekerasan.
  • Anak terlalu sering dikritik, dimarahi, dan dihukum sehingga memicu karakter memberontak dan agresif pada sang anak.
  • Anak belum mengerti bahwa perbuatan memukul, menendang, dll dapat menyakiti dan melukai orang lain.
  • Anak memang dalam kondisi keuslitan untuk memahami situasi, karena mengalami gangguan fisik ataupun mental.
  • Anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tetapi kemampuannya tidak sekuat dengan keinginannya. Kondisi seperti ini membuat anak menjadi frustasi dan kesal, yang kemudian diekspresikan berupa marah-marah.
  • Anak dalam kondisi yang sangat lelah atau lapar.

Tips mengatasi anak kecil yang suka marah dan memukul

1. Masalah makanan dan kesehatan

Masalah pertama yang perlu diperhatikan adalah hal yang dasar, orang tua perlu mengetahui kondisi fisik dari anak kecil tersebut, apabila sang anak dalam kondisi tubuh yang kurang baik seperti lapar, maka sangat wajar sang anak akan marah.

Untuk mengatasinya tentunya hanya dengan mengajak anak makan, lebih baik orang tua dan anak makan bersama.

Selain itu, kemungkinan anak dalam keadaan sakit, sehingga disini akan diperlukan kepekaan orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatan anak.

Jangan langsung kesal ketika anak marah-marah atau merengek, mungkin saja kondisi kesehatan anak kecil tersebut dalam keadaan yang kurang baik.

2. Tenangkan suasana dengan posisi tubuh

Ketika anak kecil marah yang tentunya dengan nada suara yang sangat tinggi, maka orang tua jangan ikut-ikutan untuk mengeluarkan suara dengan nada tinggi.

Karena justru akan memperkeruh suasana, dan sang anak akan menjadi lebih tinggi lagi nada suara marahnya atau menangisnya.

Adapun yang perlu dilakukan, orang tua harus bisa semaksimal mungkin untuk membuat kondisi dan suasana menjadi baik.

Hal yang paling bagus dilakukan ketika anak sedang marah, berusaha membuat posisi anak yang sedang berdiri menjadi posisi dalam keadaan duduk, atau bahkan dalam kondisi berbaring.

Manfaatnya agar urat-urat dan otot yang tegang bisa menjadi lebih kendur, dengan begitu akan memberikan pengaruh yang positif untuk jiwa anak agar menjadi lebih tenang.

Tentunya orang tua dalam “strategi” ini, melakukannya dengan lemah lembut. Bukan memaksa anak untuk duduk.


3. Anak marah karena suatu sebab

Untuk masalah ini, masuk ke masalah mental sang anak, mungkin sang anak sering emosional dan marah-marah karena mempunyai suatu masalah, seperti masalah di sekolahnya, diledek teman-temannya atau banyak masalah lainnya.

Untuk itu amatlah bijak apabila orang tua perlu untuk mencari tahu tentang keadaan sosial dari sang anak, sehingga setelah itu orang tua bisa mencari solusinya.

4. Rajin mendengarkan keluhan dari Anak

Hal ini mungkin yang sangat sering dilalaikan para orang tua, sifat seorang anak kecil adalah ingin diperhatikan.

Sehingga, ketika anak marah, orang tua jangan ikut-ikutan marah, justru orang tua harus mau dan rajin untuk mendengarkan keluhan-keluhan dari sang anak.

Dengan berkata lembut maka kemungkinan besar anak akan mengemukakan keluhan dan alasan-alasan kenapa dirinya marah.

Sebaliknya apabila orang tua malah “ikut-ikutan” marah ketika anak sedang marah, bahkan tidak memberikan kesempatan sang anak untuk mengemukakan alasannya, justru akan membuat sang anak menjadi frustasi, dan mungkin kemarahan sang anak “akan meningkat” dibanding sebelumnya.

5. Cari saat yang tepat untuk memberi nasehat.

Orang tua harus berusaha untuk mencari saat yang tepat untuk memberikan nasehat kepada sang anak. Walaupun sudah memberikan nasehat kepada anak dengan cara yang lemah lembut, akan tetapi tidak selalu sang anak akan menerimanya.

Tentunya yang diharapkan, ketika orang tua memberikan nasehat secara lemah lembut kepada sang anak, maka anak akan langsung menerimanya dengan senang hati.

Tetapi jika sang anak tidak menerimanya, maka cari kondisi yang terbaik untuk memberikan nasehat kepada anak.

Sebenarnya jika orang tua sering memberikan kasih sayangnya kepada sang anak (yang masih sangat polos) maka semua nasehat orang tua yang diucapkan secara lembut, maka anak akan menerimanya dengan senang hati.

Dan memberikan perhatian kepada anak merupakan bagian dari kasih sayang yang sangat besar. Jawablah pertanyaan dari sang anak dengan nada bicara yang tidak meremehkan.

Sehingga dengan begitu sang anak juga bisa menjadi lebih percaya diri. Kurangnya percaya diri yang dialami sang anak juga bisa menjadi faktor yang besar membuat anak suka marah-marah, dan lebih parahnya jika hal ini berlanjut ketika dia sudah tumbuh lebih besar.

6. Peka mengenali perasaan anak

Seorang anak yang dalam masa pertumbuhan memiliki keingintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, akan tetapi seringkali kemampuannya tidak sekuat dengan keinginannya.

Permasalahan ini dapat membuatnya frustasi dan kesal, yang setelah itu diungkapkan dengan marah-marah. Sehingga penting bagi orang tua untuk belajar memahami perasaan dan kebiasaan sang anak.

Kenali kesukaan dari anak, hobinya, pahami apa yang ingin dan tidak ingin dia lakukan, ketahui jadwal jam tidurnya, dsb.

Dengna mengetahui kebiasaan, kesukaan dan hobi sang anak, orang tua sebenarnya dapat lebih mudah untuk mengganli potensi anak. Dalam memiliki kegiatan atau pembelaran untuk sang anak, utamakan memilih yang disukai anak.

Hindari memaksakan seseuatu yang tidak dusukai anak, seperti memaksakan anak untuk masuk ke sekolah futsal, pahadal anak tidak menyukainya, maka jangan memaksakannya.

loading...


7. Jalin komunikasi yang baik dengan anak

Tidak jarang komunikasi terjalin kurang baik antara orang tua dan anak, sehingga saat anak ingin menyampaikan sesuatu yang terpendam di dalam hatinya kepada orang tuanya, sang anak mengalami kesulitan untuk melakukannya.

Sebagai bentuk kekesalan hatinya, maka sang anak mengungkapkan protes kepada orang tuanya dengan cara marah, ngambek, merusak barang hingga memukul.

Sehingga, penting untuk membangun hubungan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Jangan sampai jarak antara orang tua dan anak terlalu jauh.

Buatlah anak senyaman mungkin untuk menyampaikan unek-uneknya, jangan sampai sebagai orang tua justru melakukan tindakan yang membuat anak malu untuk menyampaikan masalah yang dihadapinya.

8. Jangan lupa sering-sering peluk sang anak

Kemarahan seorang anak tidak jarang karena kesalahan fatal dari orang tua sendiri, karena kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.

Di jaman sekarang yang ‘katanya’ modern ini, seringkali anak tumbuh semakin besar dalam kondisi orang tuanya yang sibuk bekerja, sehingga kedekatan anak dengan orang tuanya bisa berangsur-angsur hilang.

Sehingga, sang anak merasa tidak disayangi oleh orang tuanya, alhasil tidak jarang ditemukan di jaman sekarang anak-anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya.

Maka dari itu, sejak anak kecil, pelukan dan belaian kasih sayang dari orang tuanya untuk anak sangat penting, karena anak sangat mengharapkannya. Peluklah dan ciumlah anak dengan tulus, hal ini terbukti ampuh untuk menenangkan perasaam anak.

9. Berikan larangan dan penjelasan yang logis

Anak-anak biasanya belum memiliki kemampuan dan keberanian untuk berdebat dengan orang tuanya, seperti ketika mereka ingin sekali melakukan sesuatu tetpai orang tua melarangnya.

Hal ini bisa memicu rasa frustasi anak sehingga meluapkannya dengan marah dan ngambek. Kata-kata jangan, tidak, tidak boleh, dsb sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi jika terlalu sering bisa berdampak anak merasa tidak dipercayai dan dibatasi ruang geraknya.

Sehingga, orang tua wajib bijak, orang tua harus mampu memberikan alasan yang logis kepada anak tentang sebuah larangan yang dilakukan, hendaknya orang tua tidak meremehkan anak ketika meminta suatu penjelasan.

Ketika akan akan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, maka orang tua tinggal melarangnya, lalu menjelaskan resiko-resiko yang terjadi jika dia memaksa untuk melakukan hal berbahaya tersebut.

10. Orang tua memberikan teladan

Penting untuk mengethahui, bahwa orang tua sebagai teladan bagi anak-anaknya.Apabila orang tua dalam kesehariannya juga sering marah-marah, emosinya sering meluap-luap.

Tentunya anak akan ikut ‘sifat’ orang tuanya tersebut, sang anak akan tumbuh menjadi sosok yang suka marah-marah dan emosinya meluap-luap.

Untuk itu, bagi oragn tua yang ingin melihat anak-anaknya mampu mengendalikan emosi mereka, tidak mudah marah dan tidak mudah ngambek, maka orang tua juga perlu melatih diri menjadi sosok yang tenang dan mampu mengendalikan emosi.

11. Lakukan pendekatan pada anak

Saat anak marah dan rewel, menanggapinya dengan keras dan emosional tidaklah dapat menyelesaikan masalah, hal itu justru membuat anak rewel, bahkan teriakannya lebih kencang lagi.

Juga saat anak rewel di depan umum, orang tua mungkin sedikit kerepotan. Hal yang perlu dilakukan ayah bunda adalah melakukan pendekatan pada anak secara halus.

Berikan perkataan yang bijak, buatlah anak dapat mengerti. Memberikan penjelasan yang baik dan lembut lebih efektif, dibandingkan orang tua melakukan sikap keras untuk menyuruh anak diam.



12. Salurkan hobi anak

Setiap anak sebenarnya memiliki bakat tertentu. Orang tua perlu melihat hal ini secara cerdas. Mislanya, ketika buah hati suka mencoret-coret di atas kertas, maka cobalah memasukkan sang anak ke tempat sanggar melukis.

Anak-anak memang biasanya ingin selalu bergerak dan mencari keasyikan yang di ingin lakukan. Untuk itulah, orang tua perlu memahami hal ini, guna mengarahkan anak kepada hal-hal positif yang dia sukai.

Hal ini akan bermanfaat agar emosi mereka bisa diarahkan kepada hal-hal yang positif, sehingga meminimalisir hal-hal negatif yang timbul dalam diri anak, karena rasa marah, bosan, sedih, dan kondisi buruk lainnya.

13. Jadilah orang tua yang bijak

Orang tua hasuslah peka terhadap buah hatinya, untuk melakukan hal terbaik yang bermanfaat bagi sang anak. Tidak jarang, hal-hal yang disukai anak ternyata bukan hal yang baik.

Disinilah sering terjadi kesalah-pahaman antara orang tua dan anak. Perlu menjalin komunikasi yang baik dan berkualtias supaya pilihan orang tua dan anak bisa selaras.

Itu artinya, orang tua perlu memberikan waktu dan kebersamaan yang cukup untuk anak. Orang tua yang sibuk bekerja dari jam 6 pagi hingga pulang jam 9 malam bukanlah orang tua yang bijak.

Orang tua juga perlu meningkatkan kualitas kebersamaan dengan sang anak, sehingga terjalin hubungan dan komunkasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi anak.

Dengan kedekatan, maka Anda dapat semakin memahami sang buah hati. Pemikiran Anda dengan sang buah hati bisa menyatu, sehinga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman diantara kedua belah pihak.

Dengan kedekatan orang tua dan anak, maka orang tua dapat lebih mudah untuk menasehati anak, dan anak lebih mudah menerimanya.

14. Jangan mempermalukan anak di depan umum

Mempermalukan anak di depan orang banyak adalah kesalahan yang fatal. Selain membuat anak akan membeci atas tidakan orang tuanya, sang anak juga akan menjadi tidak percaya diri.

Saat menasehati anak, maka nasehatilah di tempat yang rahasia dan dengan suara yang lemah lembut. Adapun menasehati anak, apalagi marah-marah kepada anak di tempat yang banyak orang, sama saja dengan mempermalukannya.

Akibat buruk dari mempermalukan anak di tempat umum, berarti secara tidak langsung orang tua mengajarkan kepada anak bahwa mempermalukan orang lain di tempat umum adalah sesuatu yang boleh.

15. Cari saat yang tepat untuk menasehati

Cara yang tepat untuk memberikan nesehat kepada anak, misalnya saat mengajak anak untuk jalan-jalan. Setelah dia merasa senang, dan juga merasa lapar, maka ajak untuk mengajak makan bersama.

Pada saat seperti itu, orang tua bisa mengobrol, mengatakan hal-hal yang bermanfaat untuk sang anak. Saat itu menjadi suasana yang sangat baik untuk memberikan nasehat pada anak, dan biasanya efektif, sang anak akan menerimanya dan mempratekannya dalam kehidupannya dari nasehat yang Anda berikan.

16. Lihat diri kita sendiri

Terkadang orang tua tidak menyadari bahwa anak memiliki sifat yang keras kepala, penyebabnya adalah orang tua sendiri.

Orang tua yang juga memiliki sifat yang keras, susah dinasehati, dll maka dapat saja sifat tersebut menular pada diri anak.

Hal itu karena anak akan melihat hal tersebut dari oang tuanya setiap harinya, yang tentunya lama kelamaan sang anak akan menirunya.

Jika orang tua memiliki sifat tidak mau mendengarkan orang lain, maka anak juga dapat saja memiliki sifat seperti itu, sehingga saat dinasehati maka anak tidak mau mendengarkannya.

17. Kasih sayang dan perhatian pada anak.

Kebutuhan seorang anak sebenarnya tidaklah banyak. Mereka sebenarnya hanya menginginkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya.

Dan kasih sayang dan perhatian ini sebenarnya sudah cukup untuk meminimalisir kebutuhan anak-anak pada “materi”.

Saat anak rewel untuk minta ini itu, mudah merengek, dan cepat bosan terhadap apa yang dia beli, sebenarnya hal itu adalah sebuah ungkapan bagian hati mereka yang kosong.

Hati yang kosong ini karena kurangnya kasih sayang dan kehangatan yang ada di dalam sebuah keluarga, ayah bunda sibuk bekerja sehingga “mencueki” sang anak.

18. Jangan memukul balik

Bagi sebagian orangtua, memukul dinilai menjadi tindakan yang tepat untuk mendisiplinkan si kecil, ini salah besar!.

Memukul atau bahkan menampar wajah anak yang masih kecil mengakibatkan dampak psikologis yang parah bagi sang anak.

Akan banyak akibat buruk dari orang tua yang lebih memilih cara kekerasan dibandingkan cara lemah lembut, yaitu:
  • Pertama yan jelas adalah menyakiti anak
  • Membuat anak tidak percaya diri
  • Anak menganggap bahwa dirinya selalu salah
  • Anak menjadi dendam dan benci pada orang tuanya
  • Anak akan tumbuh menjadi sosok yang emosional.
  • Menurunkan kepekaan anak terhadap kondisi sosial di lingkungan.
  • Sifat peduli anak akan berkurang, dll

19. Cari tahu apa pemicunya

Bila anak sering memukul, perhatikan apa pemicunya. Apakah dia melakukan itu karena tubuhnya yang lelah atau kurang sehat, anak sedang bosan, lapar, dll.

Atau penyebab lainnya karena terpengaruh oleh kondisi lingkungan atau orang-orang disekitarnya, utamanya karena teman bermainnya yan buruk.

Untuk itu orang tua perlu memproteksinya, seperti memilihkan teman-teman yang baik untuk sang anak, atau orang tua masuk secara perlahan dan hati-hati ke lingkungan pergaulan anak, guna memberikan pengaruh positif pada anak dan teman-temannya.

20. Jangan biarkan anak ketika mulai menunjukan sifar agresif pada ayah bunda, perlu memberikan pemahaman bahwa yang telah dia lakukan telah menyakiti ayah bunda.

Sampaikan kepadanya (sesuai nalarnya) bahwa tidakan memukul sepeti itu adalah hal yang tidak baik.

21. Ayah bunda bisa melakukan hukuman non-fisik jika si kecil yang memukul ayah bunda ataupun orang lain, misalnya dengan cara memutus sementara perhatian pada si buah hati.

Hal ini bertujuan untuk memberi tahunya bahwa ayah bunda marah dan tidak suka dengan tindakan memukil seperti itu.

Setelah agak lama dan si kecil mulai tenang, maka dekati dan peluk si kecil, berikan penjelasan bahwa ayah bunda tadi marah karena dipukul, ajarkan dia agar minta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatan memukul seperti itu.

22. Berikan contoh sikap tenang pada anak. Dimana anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, sehingga penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya.

Apabila lingkungan di sekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa sifat sua marah-marah adalah hal yang wajar.

23. Saat di tempat umum, ushakan tetap tenang. Ayah bunda harus berusaha untuk tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena bisa membuat anak semakin menunjukkan rasa marahnya.

Memarahi anak ditempat umum malah membuat anak semakin parah sikap dan ngambenknya, lbih baik bawa anak ke tempat yang lebih sepi, biarkan anak hingga tenang lalu baru berikan nasihat pada anak..

 
Copyright © 2014 Info Bisnis dan Kesehatan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates